Jurusan

Jurusan RPL

Jurusan Pemasaran

Pariwisata

Sekilas Berita

Situs ini masih dalam tahap pengembangan

Siapa yang Online

We have 1 guest online
Chat :
QR Code SMKN 2 Semarang


PPD SMKN 2 SMG Th.2011/2012

I N F O R M A S I

PENERIMAAN PESERTA DIDIK (PPD)

SMK NEGERI 2 SEMARANG

( SMEA 1 SEMARANG )

TAHUN PELAJARAN 2011/2012


PROGRAM PENDIDIKAN  :

No

Kompetensi Keahlian

Jabatan

Daya Tampung

1.

Akuntansi

Teknisi Akuntansi Pelaksana

3 kelas @36 siswa = 108 siswa

2.

Administrasi Perkantoran

Staf Adminstrasi/Asisten Sekretaris

3 kelas @36 siswa = 108 siswa

3.

Pemasaran

Wiraniaga / Wiraswasta

3 kelas @36 siswa = 108 siswa

4.

Usaha Perjalanan Wisata

Pelaksana Perjalanan Wisata

2 kelas @36 siswa = 72 siswa

5.

Rekayasa Perangkat Lunak / Teknik Informatika

Multi User dan Programmer

1 kelas @36 siswa = 36 siswa

SYARAT DAN WAKTU PENDAFTARAN  :

1. Syarat – syarat pendaftaran :

a. Tamatan SMP/MTs atau yang sederajat

b. Usia per 16 Juli 2011 maksimal 21 tahun

c. Calon siswa datang sendiri

d. Mendaftar secara online melalui alamat web http://ppd.disdik-kotasmg.org tanggal 23 s.d. 25 Juni 2011 dan melakukan verifikasi langsung ke SMK 2 Semarang tanggal 24 s.d. 27 Juni 2011 dengan melengkapi :

- Print out FORMULIR PENDAFTARAN ONLINE dan Print out

FORM CEK LIST  DOKUMEN PENDAFTARAN.

- SKHUN Asli dan fotocopy yang telah dilegalisir 1 lembar

- Fotocopy ijazah SMP/MTs yang telah dilegalisir 1 lembar

- Fotocopy KK (Kartu Keluarga) terbaru

- Pas foto terbaru uk. 3 x 4 hitam putih sebanyak 4 lembar

- Surat Keterangan Sehat dari tim dokter SMK N 2 Semarang

- Menyertakan sertifikat kejuaraan (bagi yang memiliki)

2. Tempat Pendaftaran : SMKN 2 Semarang, Jl. Dr. Cipto 121 A Semarang Telp. /Fax. (024) 8455757

3. Tanggal Pendaftaran 24 s.d. 27 Juni 2011 (pukul 08.00-12.00)

4. Daya tampung 12 kelas ± 432 siswa

JADWAL PENDAFTARAN  :

NO

TANGGAL

KEGIATAN

1

23 s.d. 25 Juni 2011

Pendaftaran Online (Tidak Datang Langsung ke Satuan Pendidikan).

2

24 s.d. 25 Juni 2011

Pendaftaran dan Verifikasi Datang Langsung ke Satuan Pendidikan.

3

02 Juli 2011

Tes Khusus.

4

04 s.d. 05 Juli 2011

Analisis dan Penyusunan Peringkat.

5

06 Juli 2011

Pengumuman.

6

07 s.d. 08 Juli 2011

Pendaftaran Ulang.

7

11 Juli 2011

Hari Pertama Masuk Satuan Pendidikan.


 
PMB D-1 POLINES

PENERIMAAN MAHASISWA BARU

PROGRAM DIPLOMA 1 (D-1)

PENDIDIKAN VOKASI BERKELANJUTAN (PVB)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

BATCH 1 - JULI 2011

 

SMK NEGERI 2 SEMARANG sebagai subkampus Politeknik Negeri Semarang (POLINES) menerima pendaftaran mahasiswa baru Program Diploma 1 (D-1)

 

Program D-1

  1. Perbankan Syariah
  2. Pemasaran
  3. Bahasa Inggris

 

Tempat Pendaftaran

Pendaftaran dibuka di kampus utama POLINES dan di SMK Negeri 2 Semarang. Calon mahasiswa dapat mendaftar di tempat yang lebih dekat dari tempat kediaman.

 

Jadwal Penerimaan

Pendaftaran                      : 9 Mei s.d. 3 Juni 2011

Tes tertulis *)                   : 4 Juni 2011

Pengumuman Hasil Tes **) : 10 Juni 2011

Daftar Ulang *)                  : 13 s.d. 17 Juni 2011

*)   Dilaksanakan di SMK Negeri 2 semarang

**) Diinformasikan melalui website www.polines.ac.id

 

Syarat Pendaftaran

  • Pendaftar adalah Lulusan SMK/SMA/MA/sederajat
  • Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) melalui :

Bank Mandiri atas nama Politeknik Negeri Semarang Nomor Rekening : 135.000.741.8336

Catatan :

Uang pendaftaran juga dapat dibayarkan melalui panitia pendaftaran di SMK Negeri 2 Semarang

  • Pendaftar datang sendiri ke lokasi pendaftaran dan mengisi formulir pendaftaran yang dilampiri :

- ASLI bukti pembayaran pendaftaran

- Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir Kepala Sekolah

- Fotokopi kartu identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar) yang masih berlaku

- Pas Foto berwarna ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar

Seluruh berkas pendaftaran dimasukkan ke dalam stopmap warna MERAH

  • Pendaftar dapat memilih Program Pendidikan yang tersedia.
 
Ujian Teori Kejuruan Dilakukan Terpisah

SEMARANG- Ujian teori kejuruan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mulai tahun ini akan dilakukan terpisah dengan pelaksanaan ujian nasional (UN). Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, mata pelajaran ini digabung dengan jadwal UN, sehingga dikeluhkan siswa dan guru.

Selengkapnya >>>

 
Ujian Nasional Digelar April 2011

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh telah meneken Permendiknas Nomor 45/2011 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46/2011 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA.

Selengkapnya >>

 
Mendiknas Simulasikan Nilai UN

Formula nilai akhir penentu kelulusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, serta sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, ditetapkan dengan menggabungkan nilai mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan nilai sekolah. Nilai akhir adalah pembobotan 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah. Formula ini akan digunakan pada UN Tahun Pelajaran 2010/2011. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan hal tersebut pada jumpa pers akhir tahun di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (30/12).

Selengkapnya >>

 
UN Ulangan tahun 2010/2011 Ditiadakan

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggelar rapat kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, dengan agenda "Formulasi dan Pelaksanaan UN 2011". "Semangat perbaikan UN 2010/2011 adalah untuk lebih menghargai proses belajar mengajar yang dilalui siswa," kata Menteri Pendidikan Nasional Mohamad Nuh dalam rapat.

 

Mendiknas menjelaskan, formula baru yang akan dilaksanakan adalah menggabungkan nilai UN dengan nilai sekolah (NS). Nilai sekolah adalah gabungan nilai ujian sekolah ditambah nilai rapor semester 1 - 4. Selain itu, nilai gabungan antara nilai sekolah dengan UN ditetapkan minimal 5,5. Nilai sekolah dan UN mempunyai bobot masing-masing yang akan ditentukan oleh pemerintah. Bobotnya akan ditentukan, namun bobot nilai sekolah akan lebih kecil dari bobot UN.

Selengkapnya >>

 
Penentuan Kelulusan Perlu Resapi Kurikulum

Suara Merdeka, 8 Januari 2011. Pemerintah perlu meresapi muatan kurikulum supaya mekanisme penentuan kelulusan siswa dapat dirancang sejalan dengan agenda pendidikan nasional.

Pandangan tersebut disampaikan pakar pendidikan dari IKIP PGRI Semarang, Dr Suwandi MPd, mengkritisi perubahan mekanisme kelulusan yang disiapkan pemerintah, Sabtu (8/1).

"Kurikulum yang diterapkan saat ini lebih banyak mengedepankan bagaimana kemampuan siswa dalam menerapkan ilmu daripada kemampuan dalam memahami teori. Bila kurikulum berjalan demikian, seharusnya peran guru dan sekolah diberikan porsi lebih besar dalam penentuan kelulusan. Kenapa demikian? Sebab guru dan sekolahlah yang tahu persis kemampuan siswa," tuturnya.

Bila melihat mekanisme penentuan kelulusan yang disiapkan pemerintah, lanjut Suwandi, mekanisme tersebut dinilainya belum sepenuhnya meresapi keberadaan kurikulum. Pasalnya, mekanisme yang disiapkan masih mengedepankan Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan, sehingga peran guru dan sekolah sebagai pihak yang paham persis kemampuan siswa kurang begitu diperhatikan.

"Dengan porsi 60% Ujian Nasional dan 40% Ujian Akhir Sekolah, peran guru dan sekolah masih belum optimal dalam menentukan kelulusan siswa. Bila ingin merancang sistem kelulusan yang searah dengan pengembangan kurikulum, harusnya pemerintah memberikan porsi lebih besar lagi pada guru dan sekolah, atau minimum memberikan porsi seimbang 50:50," tandasnya.

 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2

Galeri SMKN2 Semarang

Tautan

Blog RPL :

Blog RPL

 

Jardiknas

 

Situs Belajar Online :

Belajar Online